top of page

Amanda Eka

Aku, Kamu, dan Garis Takdir Kita

Tentang cerita-cerita kita yang indah selama ini, biarlah diketahui semua orang. Seluruh kesulitan yang kita temui, biarlah kita saja yang hadapi berdua.

Seperti mengalun lelaguan dalam kepalaku. Namamu seperti nada yang tak pernah lekang kusebut dalam angan. Dan melalui kamu aku temukan arti bahagia.

Apakah kita akan tetap bersama? Takdir tak menulisnya secara gamblang. Kita sendiri yang akan tentukan, kita sendiri yang akan upayakan.

Hangat tangan, manis tawa, bening tatap, merasuk hingga relung terdalam hati. Beginilah rasanya jika seseorang yang paling kamu cintai ada di dekatmu.

Jendela matamu memberi tahu arti jiwa. Dari jendela mata itu juga aku bisa melihat semua. Akhirnya aku sadar, bahwa keputusan terbaikku adalah memilihmu.


Nanti, saat kita merenungkan hari-hari yang cepat berlalu, mari susun kembali potongan-potongan sejarah lewat foto-foto kita. Ingatan kita yang menua tidak akan setajam itu, namun gambar-gambar ini akan selalu jadi saksi.

bottom of page